LATAR BELAKANG Masa depan sebuah bangsa amat bergantung kepada kualitas sumber daya manusianya. Makin bagus kualitasnya, makin besar harapan tercapainya kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyatnya. Dan pendidikan dan da’wah dalam arti yang luas, adalah jalan untuk tujuan dimaksud. Oleh karena itu upaya merancang bangun sebuah model pendidikan yang tepat merupakan kebutuhan yang amat mendesak. Dan Pendidikan adalah sebuah proses panjang dan hendaknya berlangsung sepanjang hayat (Long Live Education), sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. Keberhasilan pada sebuah jenjang pendidikan akan berpengaruh pada jenjang pendidikan berikutnya. Hasil penelitian para pakar pendidikan menunjukkan bahwa “Pendidikan yang berlangsung pada usia dini amat berpengaruh kepada perkembangannya di masa depan”. Sebagaimana sabda Nabi saw : “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu dan belajar di kala dewasa bagai menulis di atas air”. Oleh karena itu perhatian yang besar kepada pendidikan anak usia dini adalah mutlak diperlukan. Ia harus merupakan sebuah model pendidikan yang dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya semua potensi dan bakat yang dimiliki anak. Baik kecerdasan intelektual, emosional maupun spiritual. Mataram, Lombok dan NTB pada umumnya sebagai daerah tujuan wisata telah berkembang menjadi daerah yang makin terbuka untuk masuk dan berkembangnya berbagai budaya dan tata nilai global, lengkap dengan segala dampak positif dan negatifnya. Sehingga posisi “Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid”, untuk menunjukkan keterikatan warganya yang demikian kuat kepada agama Islam, dikhawatirkan akan luntur seiring waktu dan perbenturan tata nilai yang terus berlangsung. Oleh karena itu, keberadaan sebuah Lembaga Da’wah Islam yang baik yang dapat memberi filter terhadap tata nilai yang buruk akibat makin terbukanya hubungan sekaligus mampu menjawab berbagai problem masyarakat yang tingkat kehidupan dan cara pandangnya makin modern, adalah hal yang amat mendesak. Untuk maksud tersebut, perlu adanya model da’wah yang menyentuh kepada akar masalah dan memberi solusi secara cepat dan tepat. Pola hubungan yang terjadi antar subyek dan obyek da’wah harus terjadi sedemikian rupa sehingga mempercepat tercapainya tujuan. Munculnya aneka pemahaman keagamaan akhir-akhir ini dikhawatirkan akan menggerus faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang terkenal moderat, yang menjadi panutan hampir sebagian besar warga masyarakat NTB. Oleh karena itu gerakan da’wah harus diupayakan sedemikian rupa untuk mempertahankan faham ASWAJA ini, sambil berupaya mencetak para kader untuk mengemban Da’wah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. |
by : BTF
|