PANTI ASUHAN

A.       LATAR BELAKANG

           

            Masa depan sebuah bangsa amat bergantung kepada kualitas sumber daya manusianya. Makin bagus kualitasnya, makin besar harapan tercapainya kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyatnya. Dan pendidikan dan da’wah dalam arti yang luas, adalah jalan untuk tujuan dimaksud. Pendidikan adalah sebuah proses panjang dan hendaknya berlangsung sepanjang hayat (Long Live Education), sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”.

            Keberhasilan pendidikan pada masa kanak-kanak akan berpengaruh pada perkembangannya di masa depan”. Sebagaimana sabda Nabi saw : “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu dan belajar di kala dewasa bagai menulis di atas air”.           

            Adanya segmen masyarakat kaum dhu’afa (lemah) di sekitar kita adalah fakta yang tak terelakkan. Kemiskinan yang membalut kehidupan mereka mengakibatkan mereka tidak berdaya untuk memberikan pendidikan yang baik kepada putera-puterinya.  Dibutuhkan bukan hanya kepedulian sesaat dengan memberikan “ikan” atau “kail” kepada anak-anak mereka. Tetapi anak-anak tersebut harus ditumbuhkan agar kelak dapat mandiri dengan “mampu membuat kail” sendiri.

            Untuk itu dibutuhkan upaya yang terencana matang dan berkesinambungan dengan adanya Panti Asuhan yang tidak hanya menjadi “rumah” tempat mereka berteduh, makan dan minum, tetapi sekaligus menjadi “sekolah” untuk tumbuh dan berkembangnya semua potensi dan bakat yang dimilikinya, meliputi kecerdasan intelektual, skill, emosional maupun spiritual.

            Kehidupan masyarakat yang makin terbuka termasuk di Mataram, Lombok dan NTB pada umumnya telah mendorong masuk dan berkembangnya berbagai budaya dan tata nilai global, lengkap dengan segala dampak positif dan negatifnya. Sehingga posisi Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid”, untuk menunjukkan keterikatan warganya yang demikian kuat kepada agama Islam,  dikhawatirkan akan luntur seiring waktu dan perbenturan tata nilai yang terus berlangsung.

          Kemudian munculnya aneka pemahaman keagamaan yang radikal hingga yang liberal akhir-akhir ini dikhawatirkan akan menggerus faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang terkenal moderat, yang menjadi panutan hampir sebagian besar warga masyarakat NTB. Oleh karena itu dibutuhkan upaya mencetak para kader yang mampu mengemban Da’wah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin untuk mempertahankan faham ASWAJA ini. Dan anak-anak Panti yang cerdas dan terbina dengan baik akan mampu memikul tugas mulia ini.


B.       DESKRIPSI PANTI ASUHAN THARIQUL ‘IZZAH

 

Panti Asuhan Thariqul ‘Izzah adalah Panti Asuhan bagi anak-anak yatim dan fakir miskin, yang berada di bawah Lembaga Pendidikan dan Sosial Thariqul ‘Izzah Mataram, yang diharapkan dapat berdiri pada tahun 2011 ini.

LPS Thariqul ‘Izzah Mataram adalah Lembaga ber-Badan Hukum dengan Akte Notaris : Hj. Indah Purwani, SH nomor 08, tanggal 06 April 2005. Embrionya telah hadir sejak 1995 dengan adanya TPQ Miftahus Sa’adah BTN Pengsong. Pada tahun 2005 mendirikan TK/RA Thariqul ‘Izzah Mataram. Sedang sebelumnya yakni pada tahun 2000 mendirikan Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram.

Sejak awal pembentukannya hingga hari ini, aktifitas Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah tidak hanya mengadakan pengajian (da’wah bil lisan) saja, tetapi juga mengadakan kegiatan sosial (da’wah bil hal) berupa

  • Penyantunan Anak Yatim pada Hari ‘Asyura (10 Muharram)

  • Penyantunan Tahun Ajaran Baru bagi anak miskin dan kaum dhu’afa lainnya.

  • Pemberian Hewan Qurban ke berbagai Masjid, Panti Asuhan atau Lingkungan (Dusun) Masyarakat Miskin di Kota Mataram dan Lombok Barat.

  • Penyaluran Zakat Mal dan Zakat Fitrah bagi para Mustahiq

  • Penyantunan Korban Bencana Alam di berbagai daerah di Indonesia.

 

Selama 10 tahun keberadaannya sejak tahun 2001, Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah Mataram telah menyantuni 998 anak yatim pada setiap Hari ‘Asyura (10 Muharram) yang berasal dari 16 Panti Asuhan dan Asuhan Keluarga di Kota mataram dan Lombok Barat.

Sedang untuk Santunan Tahun Ajaran Baru yang dimulai sejak tahun 2004, telah disantuni sebanyak 368 anak miskin yang berasal dari 10 Panti Asuhan, Asuhan Keluarga dan Lingkungan Daerah Miskin di sekitar kota Mataram dan Lombok Barat.

 

Untuk Pemberian Hewan Qurban pada Hari Raya ‘Idul Adha yang dimulai sejak tahun 2002, telah dibagikan sebanyak 20 ekor sapi dan 21 ekor kambing kepada 13 Masjid, Panti Asuhan, dan Lingkungan Daerah Miskin di sekitar kota Mataram dan Lombok Barat.

Demikian juga penyaluran Zakat Mal, Zakat Fitrah serta Santunan Korban Bencana Alam seperti Tsunami di Aceh dan Nias, Gempa Tektonik Yogyakarta, Banjir Bandang di Pengsong dan lain sebagainya telah tersalurkan dana yang tidak sedikit dari Jama’ah Thariqul ‘Izzah.

Kemudian melihat potensi jama’ah yang demikian besar dengan jaringan yang semakin luas, rencana kegiatan yang telah dan ingin dilakukan juga makin berkembang,  sementara lokasi kegiatan terpisah dan berpindah-pindah, maka dirasa sangat perlu adanya Pusat Pendidikan, Da’wah dan Sosial Thariqul ‘Izzah. Agar koordinasi menjadi lebih baik, kualitas dan kuantitas kegiatan menjadi semakin meningkat. Sehingga nilai manfaat dan peran yang dapat dimainkan oleh Thariqul ‘Izzah sebagai Lembaga Pendidikan, Da’wah dan Sosial yang berfaham Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam berkhidmat demi ‘Izzul Islam Wal Muslimin, semakin nyata dirasakan oleh warga masyarakat kota Mataram dan NTB pada umumnya.

            Kselanjutnya dengan makin beragamnya pemahaman keagamaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat akhir-akhir ini dari yang sangat radikal hingga yang sangat liberal,  makin menggugah Thariqul ‘Izzah agar memainkan peran yang signifikan di tengah masyarakat untuk mengusung Pendidikan dan Da’wah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, yang mengedepankan sikap :

1.      Ash-Shidqu (Kebenaran dan Kejujuran),
2.     Al-Amanah wal Wafa bil ‘Ahdi (Dapat Dipercaya dan Tepat Janji), 
3.     Al-‘Adalah(Keadilan),
4.     At-Ta’awun (Tolong-Menolong),
5.     Al-Istiqamah (Berkesinambungan & Berkelanjutan dalam Kebenaran),
6.     At-Tawassuth (Moderat Tidak Ekstrim),
7.     At-Tawazzun (Seimbang),
8.    At-Tasamuh (Toleran Terhadap Perbedaan)
9.     Asy-Syura (Musyawarah)   

Oleh karena itu, kedepan dengan berdirinya Gedung Pusat Pendidikan Da’wah dan Sosial Thariqul ‘Izzah, maka aktifitas sosial yang selama ini dilakukan oleh Majlis Ta’lim Thariqul ‘Izzah akan dilembagakan dengan berdirinya Panti Asuhan Thariqul ‘Izzah Mataram.

 

Dan setiap anak Panti Asuhan Thariqul ‘Izzah berstatus menjadi santri  Thariqul ‘Izzah dan berhak untuk mendapatkan berbagai pengetahuan  agama yang memadai, melalui TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan  Madrasah Diniyyah Awwaliyyah Thariqul ‘Izzah. Dan mendapatkan pengetahuan umum melalui sekolah terdekat serta aneka keterampilan untuk bekal kehidupannya. Sehingga kelak mereka bukan hanya kita beri “ikan” tetapi kita beri “kail” bahkan mampu membuat kail sendiri.  

English Japanese Arabic
by : BTF